Mengenal Kekuatan Divergensi Regular Dan Jenisnya

Mengenal Kekuatan Divergensi Regular Dan Jenisnya

Bisnis Investasi Emas – Menggunakan keadaan divergensi antara pergerakan harga dan pergerakan indikator osilator adalah salah satu metode trading yang memiliki probabilitas tinggi. Pada dasarnya, keadaan divergensi muncul karena divergensi dinamika antara pergerakan harga dan pergerakan indikator. Salah satu tujuan mendefinisikan kondisi divergensi adalah untuk mengetahui kapan pemulihan atau pembalikan terjadi, tetapi tidak semua kondisi divergensi memiliki probabilitas atau akurasi yang tinggi. Ada 2 jenis divergensi , yaitu divergensi reguler dan divergensi tersembunyi (hidden). Divergensi reguler menyiratkan pembalikan tren, sementara divergensi tersembunyi menyiratkan kelanjutan tren. Divergensi reguler dibahas di sini, dan indikator osilator yang dipertimbangkan dapat berupa RSI, Stochastic, MACD, CCI atau William% R.

Mengenal Kekuatan Divergensi Regular Dan Jenisnya

Jenis divergensi  reguler

Divergensi reguler bullish terjadi ketika pergerakan harga membentuk minimal lebih rendah atau level lebih rendah dari sebelumnya, sementara gerakan indikator osilator membentuk minimal lebih tinggi dari sebelumnya. Divergen reguler terjadi ketika pergerakan harga membentuk tertinggi lebih tinggi dari sebelumnya, sementara indikator osilator membentuk tertinggi lebih rendah dari sebelumnya.

Dalam praktiknya divergensi  reguler baik bullish maupun bearish, tidak harus terjadi dengan cara yang sama seperti kondisi di atas, tetapi mungkin dalam bentuk perubahan pada kondisi ini. Ada 3 jenis divergensi  reguler yang mungkin muncul, yaitu: divergensi reguler kelas A, kelas B, dan kelas C, yang semuanya menyarankan perubahan dalam pergerakan harga (reversal), tetapi dengan kekuatan yang berbeda (probabilitas dan akurasi).

  1. Divergensi kelas A

Divergensi  ini biasanya terjadi sebelum pemulihan atau pembalikan dan merupakan probabilitas terkuat atau tertinggi. Divergensi  kekuatan dorongan antara pergerakan harga dan pergerakan indikator terlihat jelas. Ketika waktu dicatat dengan benar, hasilnya akan akurat. Divergensi bullish kelas A terjadi ketika pergerakan harga membentuk minimum yang lebih rendah, dan indikator osilator membentuk minimum yang lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa momentum harga untuk terus bergerak turun menurun dan akan segera berubah, mengikuti arah pergerakan indikator.

Sebaliknya, untuk divergensi bearish kelas A, harga terus bergerak ke atas, tetapi momentum yang ditunjukkan oleh indikator tidak sesuai. Momentum harga, agar terus bergerak naik menjadi lebih lemah dan akan segera turun mengikuti arah indikator. Pobabilitas divergensi kelas A akan lebih tinggi jika pada saat yang sama ada faktor pendukung, seperti indikator osilator, yang menunjukkan kondisi oversold (untuk divergensi bullish) atau overbought (untuk divergensi bearish), atau persimpangan antara kurva % K dan % D dari indikator stochastic. menunjukkan perubahan arah pergerakan harga.

  1. Divergensi Kelas B

Jenis divergensi ini memiliki probabilitas sedang atau kurang akurat dari kelas A, tetapi akan valid jika dikonfirmasi oleh faktor-faktor pendukung, terutama level support atau resistance, karena model harga divergensi kelas B adalah double bottom atau double top. Dengan divergensi bullish, tren naik dari indikator osilator mengkonfirmasi pola double bottom, dan untuk divergence bearish, pola double top, tetapi kadang-kadang gagal, terutama pada jangka waktu yang lebih rendah (di bawah 4 jam). Seperti model double bottom atau double top, yang tidak selalu mulus. Jenis divergensi ini membutuhkan faktor pendukung yang terbukti, yaitu tingkat dukungan yang kuat (untuk double bottom) atau tingkat resistensi yang kuat (untuk double top). Alasan lain adalah double bottom atau double top, biasanya menyiratkan kondisi batas kisaran (samping), sedangkan di kelas A divergensi pergerakan harga cenderung trending.

  1. Divergensi kelas C

Meskipun ini menunjukkan keadaan divergensi, jenis probabilitas ini sangat rendah dibandingkan dengan kelas A dan kelas B. Divergensi kelas C biasanya terjadi dalam periode waktu yang singkat dengan kondisi pasar yang tidak stabil. Jika kemunduran terjadi, waktunya akan sangat singkat sebelum bergerak mundur tanpa arah (sebentar-sebentar). Trader biasanya mengabaikan penyimpangan kelas C ini jika indikator osilator tidak berada di area oversold (untuk divergensi bullish) atau overbought (untuk penyimpangan bearish).

Langkah-langkah trading dengan divergensi reguler:

  1. Tentukan tren saat ini setiap saat. Situasi dengan divergensi indikator osilator akan berkembang dengan baik hanya dalam kondisi pergerakan harga tren, dan tidak dalam pergerakan sisi.
  2. Divergensi reguler menyiratkan pembalikan atau pergerakan harga, oleh karena itu ketika uptrend dari trader mengidentifikasi divergensi bearish, dan ketika harga turun perhatikan indikator divergensi bullish.
  3. Keadaan ketidaksesuaian hanya merupakan sinyal atau instruksi, bukan konfirmasi untuk masuk.
  4. Divergensi reguler akan bekerja dengan baik jika dikonfirmasi oleh faktor-faktor pendukung yang kuat, seperti pembentukan candlestick atau aksi harga yang kuat, support atau resistance, kondisi overbought atau oversold, persimpangan antara 2 garis pada indikator seperti % K dan % D pada stokastik atau MACD dan garis sinyal penting untuk keseimbangan ini di perhatikan melihat pergerakan yang terjadi di sana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *